KURIKULUM
Nama :Llidiya (11901026)
Kelas :PAI 4 F
Dosen : Farninda,M.Pd
Kurikulum
Kata
kurikulum berasal dari bahasa Latin currere, yang berarti lapangan perlombaan
lari. Kurikulum merupakan nilai-nilai keadilan dalam inti pendidikan. Istilah
tersebut mempengaruhi terhadap kurikulum yang akan direncanakan dan
dimanfaatkan. Kurikulum merupakan subyek dan bahan pelajaran di mana diajarkan
oleh guru dan dipelajari oleh siswa. Secara terminologi, kurikulum berarti
suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman
belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancangkan secara sistematika
atas dasar norma-norma yang berlaku dan dijadikan pedoman dalam proses
pembelajaran bagi pendidik untuk mencapai tujuan pendidikan (Dakir, 2004: 3).
Menurut Dakir kurikulum itu memuat semua program yang dijalankan untuk
menunjang proses pembelajaran. Program yang dituangkan tidak terpancang dari
segi administrasi saja tetapi menyangkut keseluruhan yang digunakan untuk
proses pembelajaran. Dalam berbagai sumber referensi disebutkan bahwa definisi
kurikulum memiliki ragam pengertian, seperti Menurut Nurgiantoro, bahwa kurikulum,
yaitu alat untuk mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan. Kurikulum dan
pendidikan adalah dua hal yang sangat erat kaitannya, tidak dapat dipisahkan
satu sama yang lain.
Secara umum, pengertian kurikulum
adalah perangkat mata pelajaran yang terdiri dari program studi yang diberikan
oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan, dimana di dalamnya terdapat
rancangan pelajaran yang akan didapatkan oleh peserta didik dalam satu periode
jenjang pendidikan.
Pendapat lain mengatakan definisi
kurikulum adalah suatu sistem rencana dan pengaturan isi dan bahan pembelajaran
yang digunakan sebagai pedoman dalam kegiatan belajar-mengajar. Dengan kata
lain, kurikulum merupakan perangkat mata pelajaran yang terdapat pada suatu
lembaga pendidikan untuk mengarahkan proses belajar-mengajar agar berjalan
dengan baik dan teratur.
Secara etimologis, istilah “kurikulum” berasal
dari bahasa Inggris “curriculum” yang diadaptasi dari
bahasa Yunani “curir” yang artinya pelari, dan “curere” yang artinya tempat
berpacu. Awalnya istilah ini dipakai untuk olahraga atletik dengan definisi
“jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari mulai dari start sampai finish
untuk memperoleh medali atau penghargaan”. Istilah tersebut kemudian diadaptasi
untuk bidang pendidikan dengan pengertian “sejumlah mata pelajaran yang harus
ditempuh seorang siswa dari awal hingga akhir program untuk mendapatkan ijazah”.
Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli
1. J. Galen Saylor dan William M. Alexander
Menurut J. Galen Saylor dan William M.
Alexander (1956), pengertian kurikulum adalah segala upaya sekolah untuk
mempengaruhi pembelajaran, baik di ruang kelas, di taman bermain, atau di luar
sekolah.
2. Harold B. Albertsycs
Menurut Harold B. Albertsycs (1965), pengertian
kurikulum adalah semua kegiatan yang disediakan oleh sekolah untuk siswa. Dalam
hal ini, kurikulum tidak terbatas pada mata pelajaran saja, tetapi termasuk
berbagai kegiatan lain di dalam dan di luar kelas yang diselenggarakan oleh
sekolah.
3. J. Lloyd Trump dan Delmas F. Miller
Menurut J. Lloyd Trump dan Delmas F. Miller
(1973), definisi kurikulum adalah semua hal yang dapat mempengaruhi proses
pembelajaran, termasuk metode mengajar, cara mengevaluasi murid, progam studi,
bimbingan dan penyuluhan, supervisi dan administrasi, serta hal-hal struktural
terkait dengan waktu, jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran.
4. John Foxton Kerr
Menurut John Foxton Kerr (1968), pengertian
kurikulum adalah semua pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan secara
individu ataupun berkelompok, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
5. UU No. 20 Tahun 2003
Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi dan bahan pembelajaran, serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
nasional.
Komponen Kurikulum
Kurikulum terdiri atas 4 komponen pembentuknya.
Adapun komponen kurikulum adalah sebagai berikut:
1. Tujuan
a.Komponen tujuan
Komponen
tujuan ini mempunyai tiga jenis tahapan, yaitu :
1)Tujuan
jangka panjang Hal ini menggambarkan tujuan hidup yang diharapkan serta
didasarkan pada nilai yang diambil dari filsafat. Tujuan ini tidak berhubungan
dengan tujuan sekolah, melainkan sebagai target setelah anak didik
menyelesaikan sekolah.
2)Tujuan jangka menengah Tujuan ini merujuk
pada tujuan sekolah yang berdasarkan pada jenjangnya; SD, SMP, SMA, dan
lain-lainnya.
3)Tujuan
jangka dekat Tujuan yang dikhususkan pada pembelajaran di kelas, misalnya;
siswa dapat mengerjakan perkalian dengan betul, siswa dapat mempraktekkan
shalat, dan sebagainya.
Dalam
sebuah kurikulum lembaga pendidikan terdapat dua tujuan. Yaitu :
a)
Tujuan yang dicapai secara keseluruhan
b) Tujuan yang ingin dicapai oleh setiap bidang
studi Komponen
tujuan berhubungan dengan hasil yang diharapkan dari prose
Komponen tujuan berhubungan dengan hasil yang
diharapkan dari proses pembelajaran. Misalnya; kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, dan keterampilan.
2. Isi atau Materi
b.komponen isi
Isi program kurikulum adalah segala sesuatu
yang diberikan kepada anak didik dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka
mencapai tujuan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan
dan isi masing-masing bidang studi tersebut. Bidang studi itu disesuaikan
dengan jenis, jenjang, maupun jalur pendidikan yang ada.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum
menentukan isi atau content yang dilakukan sebagai kurikulum, terlebih dahulu
perencana kurikulum harus menyeleksi isi agar menjadi lebih efektif dan
efisien. Kriteria yang dapat dijadikan pertimbangan, antara lain :
1)
Kebermaknaan
2)
Manfaat atau kegunaan
3).
Pengembangan manusia
c. Komponen Media (sarana dan prasarana)
Media
merupakan sarana prasarana dalam pembelajaran. Media merupakan perantara untuk
menjabarkan isi kurikulum agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik dan agar
memiliki retensi optimal. Oleh karena itu, pemanfaatan dan pemakaian media
dalam pengajaran secara tepat terhadap pokok bahasan yang disajikanpeserta
didik akan mempermudah peserta didik dalam menggapai, memahami isi sajian guru
dalam pengajaran. .
d.Komponen
Strategi Strategi merujuk pada pendekatan mengajar yang digunakan dalam
pengajaran, tetapi pada hakekatnya strategi pengajaran tidak hanya terbatas
pada hal itu saja. Strategi pengajaran berkaitan dengan cara penyampaian atau
cara yang ditempuh dalam melaksanakan pengajaran, mengadakan penilaian,
pelaksanaan bimbingan, dan mengatur kegiatan baik secara umum maupun yang
bersifat khusus.
e.
Komponen proses belajar mengajar. Komponen ini sangat penting dalam sistem
pengajaran, sebab diharapkan melalui proses belajar mengajar akan terjadi
perubahan tingkah laku pada diri peserta didik. Keberhasilan pelaksanaan proses
belajarmengajar merupakan indikator keberhasilan pelaksanaan kurikulum.
Kemampuan guru dalam menciptakan suasana pengajaran yang kondusif, merupakan
indikator kreativitas guru dalam mengajar. Hal tersebut bisa dicapai apabila
guru dapat melaksanakan:
1)
Memusatkan diri dalam mengajar
2) menerapkan metode yang pas dalam mengajar
3)Memusatkan pada proses dan produknya
4)
Memusatkan pada kompetensi yang relevan
Adapun Ahmad Tafsir (2000: 89) menguraikan
bahwa kurikulum mengandung empat komponen, yaitu tujuan, isi, metode, atau
proses belajar mengajar, dan evaluasi. Setiap komponen dalam kurikulum
tersebutsebenarnya saling terkait, bahkan masing-masing merupkan kegiatan
integral dari kurikulum tersebut. Komponen tujuan mengarahkan atau menunjukkan
sesuatu yang hendak dituju dalam proses belajar mengajar. Tujuan itu mula-mula
bersifat umum. Dalam operasinya tujuan tersebut harus dibagi menjadi
bagian-bagian yang kecil atau khusus. Komponen isi (materi) dalam proses
belajar mengajar harus relevan dengan tujuan pengajaran. Materi meliputi apa saja
yang berhubungan dengan tujuan pengajaran. Komponen proses belajar mengajar
melibatkan dua subyek pendidikan, yaitu peserta didik dan guru. Selain itu,
proses belajar mengajar juga perlu dibantu dengan media atau sarana lain yang
memungkinkanproses tersebut berjalan efektif dan efisien. Pemilihan atau
penggunaan metode harus sesuai dengan kondisi serta berjalan secara fleksibel.
Artinya, metode atau pendekatan dapat berubah-ubah setiap saat agar interaksi
proses belajar mengajar tidak monoton dan menjenuhkan. Komponen evaluasi, yaitu
untuk mengetahui dari hasil capaian ketiga komponen sebelumnya. Penelitian
dapat digunakan untuk menentukan strategi perbaikan pengajaran. Selain itu,
komponen evaluasi sangat berguna bagi semua fihak untuk melihat sejauh mana
keberhasilan interaksi edukatif (Tafsi, 2000: 53 ). Dari rumusan keempat
komponen tersebut, penulis memahami bahwa kurikulum bukan sekedar kumpulan
materi saja, atau juga bukan rencanapengajaran, tetapi kurikulum merupakan
bagian keseluruhan yang berhubungan dengan interaksi pembelajaran di sekolah.
Menurut Oemar Hamalik (2001: 23-30), menyebutkan bahwa komponen kurikulum
meliputi
3. Strategi Pelaksanaan
Strategi
Pelaksanaan
Komponen strategi berhubungan dengan metode,
pendekatan, serta peralatan yang digunakan dalam proses pelaksanaan kurikulum
agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
4.Evaluasi
Evaluasi Evaluasi merupakan suatu komponen
kurikulum, karena kurikulum adalah pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar
mengajar. Dengan evaluasi dapat diperoleh informasi yang akurat tentang
penyelenggaraan pembelajaran dan keberhasilan belajar siswa. Nana Syaodih
Sukmadinata, menyebutkan komponen kurikulum terdiri dari: - Tujuan - Bahan
ajar. - Strategi mengajar. Dari Komponen evaluasi berhubungan dengan proses
penilaian terhadap tingkat ketercapaian tujuan dan efektivitas suatu kurikulum
dalam proses pembelajaran. Dengan adanya evaluasi, maka dapat ditentukan apakah
suatu kurikulum dapat dipertahankan atau tidak, atau diperbaiki agar lebih baik
lagi.
Fungsi Kurikulum
Kurikulum mempunyai fungsi yang sangat penting
bagi pembentukan ketrampilan,
karakter manusia. Menurut Nurgiantoro (1988 : 45-46), bahwa kurikulum mempunyai
fungsi tiga hal. Pertama, fungsi kurikulum bagi sekolah terdiri dari alat untuk
mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Kurikulum juga dapat dijadikan
pedoman untuk mengatur kegiatan-kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di
sekolah. Misalnya, bidang studi, alokasi waktu, pokok bahasan, serta termasuk strategi pembelajarannya.
Kedua, kurikulum dapat mengontrol dan memelihara keseimbangan proses
pendidikan. Dengan mengetahui kurikulum sekolah pada tingkat tertentu, maka
kurikulum pada tingkat atasnya dapat mengadakan penyesuaian, sehingga tidak
terjadi pengulangan kegiatan pengajaran sebelumnya. Fungsi lain kurikulum juga
dapat menyiapkan tenaga pengajar, dengan caramengetahui kurikulum pada tingkat
di bawahnya. Ketiga, kurikulum dimaksud untuk menyiapkan kebutuhan masyarakat
atau lapangan kerja, sehingga kurikulum mencerminkan hal-hal yang menjadi
kebutuhan masyarakat. Karena itu lulusan sekolah paling tidak dapat memenuhi
kebutuhan lapangan pekerjaan (vokasional) di satu sisi, dan dipersiapkan untuk
melanjutkan ke jenjang sekolah berikutnya (akademis) di sisi lain. Masih
mengenai fungsi kurikulum, pendapapendapat yang hampir sama dengan Nurgiantoro
dilontarkan oleh Hendyat Soetopo (1986: 18-20). Mereka menambahkan dari apa
yang dikemukakan oleh Nurgiantoro bahwa fungsi kurikulum itu sebagai pedoman
dalam mengajar kegiatan pendidikan pada suatu sekolah. Sebagai suatu alat atau
sarana yang berfungsi untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan, jenis-jenis
program apa yang diselenggarakan di sekolah tersebut. Hal ini berarti bahwa
fungsi kurikulum menyangkut setiap jenis program, pengoprasionalan atau pelaku
yang bertanggung jawab, serta media atau fasilitas yang mendukungnya. Dalam
pendidikan, kurikulum memiliki beberapa fungsi yang sangat penting. Adapun
beberapa fungsi kurikulum adalah sebagai berikut:
1. Fungsi Penyesuaian
Dalam hal ini, pengertian kurikulum berfungsi
sebagai alat penyesuaian (the adjustive or adaptive function)
adalah kemampuan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di
lingkungan yang dinamis.
2. Fungsi Integrasi
Dalam hal ini, yang dimaksud dengan fungsi
integrasi (the
integrating function) dalam kurikulum adalah suatu alat pendidikan
yang dapat menciptakan individu-individu yang utuh, dapat diandalkan, dan
berintegrasi di masyarakat umum.
3. Fungsi Diferensiasi
Dalam hal ini, yang dimaksud dengan fungsi
diferensiasi (the diferentiating function) dalam
kurikulum adalah suatu alat yang dapat memberikan pelayanan terhadap
perbedaan-perbedaan pada setiap siswa yang harus dilayani dan dihargai.
4. Fungsi Persiapan
Dalam hal ini, yang dimaksud dengan fungsi
persiapan (the
propaeduetic function) dalam kurikulum adalah sebagai alat
pendidikan yang dapat mempersiapkan para siswa ke jenjang pendidikan
berikutnya, serta dapat mempersiapkan diri agar dapat hidup di dalam
masyarakat.
5. Fungsi Pemilihan
Dalam hal ini, yang dimaksud dengan fungsi
pemilihan (the
selective function) dalam kurikulum adalah adanya kesempatan bagi
para siswa untuk memilih program belajar sesuai dengan minat dan bakatnya.
6. Fungsi Diagnostik
Dalam hal ini, yang dimaksud dengan fungsi
diagnostik (the diagnostic function) dalam
kurikulum adalah sebagai alat pendidikan yang dapat memahami dan mengarahkan
potensi para siswa, serta memahami kelemahan dirinya dan memperbaikinya.
Manfaat Kurikulum
Pada dasarnya kurikulum bermanfaat untuk
mengarahkan proses belajar-mengajar sehingga tujuan pendidikan nasional dapat
tercapai dengan baik. Mengacu pada pengertian kurikulum, adapun beberapa
manfaat kurikulum adalah sebagai berikut:
1. Manfaat Kurikulum Bagi Guru
- Kurikulum dapat digunakan sebagai pedoman
untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi hasil kegiatan
pembelajaran.
- Kurikulum dapat membantu memberikan
pemahaman kepada tenaga pengajar dalam menjalankan tugas dan
tanggungjawabnya.
- Kurikulum dapat mendorong tenaga pengajar
untuk lebih kreatif dalam proses belajar-mengajar.
- Kurikulum dapat membantu menunjang
pengajaran agar lebih baik.
2. Manfaat Kurikulum Bagi Sekolah
- Kurikulum akan mendorong sekolah untuk
menyukseskan penyelenggaraan pendidikan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan).
- Kurikulum akan membuka peluang bagi pihak
sekolah untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan.
- Kurikulum dapat digunakan sebagai alat
dalam upaya pencapaian tujuan program pendidikan.
3. Manfaat Kurikulum Bagi Masyarakat
- Kurikulum dapat dijadikan pedoman atau
standar bagi orang tua dalam membimbing proses belajar anaknya.
- Kurikulum memungkinkan masarakat untuk
ikut berpartisipasi dalam mengembangkan dan menyempurnakan program
pendidikan, yaitu melalui kritik dan saran membangun.
Komentar
Posting Komentar