KARAKTERISTI PESERTA DIDIK
Nama : Lidiya (11901026)
Makul : Magang 1
Dosen : Farninda Aditya,M.Pd.
1.Karakteristik peserta didik
Karakteristik berasal dari kata karakter yang berarti ciri, tabiat,
watak, dan kebiasaan yang dimiliki oleh seseorang yang sifatnya relatif tetap. Karakteristik
peserta didik dapat diartikan keseluruhan pola kelakukan atau kemampuan yang
dimiliki peserta didik sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan, sehingga
menentukan aktivitasnya dalam mencapai cita-cita atau tujuannya. Informasi terkait karakteristik
peserta didik sangat diperlukan untuk kepentingan-kepentingan dalam perancangan
pembelajaran. Hal ini sebagaimana yang dikemukakan oleh Ardhana dalam Asri
Budiningsih (2017: 11) karakteristik peserta didik adalah salah satu variabel
dalam desain pembelajaran yang biasanya didefinisikan sebagai latar belakang
pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik termasuk aspek-aspek lain yang ada
pada diri mereka seperti kemampuan umum, ekspektasi terhadap pembelajaran dan
ciri-ciri jasmani serta emosional siswa yang memberikan dampak terhadap
keefektifan belajar. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemahaman
atas karakteristik peserta didik dimaksudkan untuk mengenali ciri-ciri dari
setiap peserta didik yang nantinya akan menghasilkan berbagai data terkait
siapa peserta didik. Hal ini dimaksudkan untuk mengenali ciri-ciri dari setiap
peserta didik yang nantinya akan menghasilkan berbagai data terkait siapa
peserta didik dan sebagai informasi penting yang nantinya dijadikan pijakan
dalam menentukan berbagai metode yang optimal guna mencapai keberhasilan
kegiatan pembelajaran.
2.Ragam Karakteristik Peserta Didik
Suatu proses pembelajaran akan dapat berlangsung secara efektif
atau tidak, sangat ditentukan oleh seberapa tinggi tingkat pemahaman pendidik
tentang karakteristik yang dimiliki peserta didiknya. Pemahaman karakteristik
peserta didik sangat menentukan hasil belajar yang akan dicapai. Atas dasar ini
sebenarnya karakteristik peserta didik harus menjadi perhatian dan pijakan
pendidik dalam melakukan seluruh aktivitas pembelajaran. Karakteristik peserta
didik meliputi: etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan kognitif,
kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi, perkembangan
sosial, perkembangan moral dan spiritual, dan perkembangan motoric
a.Etnik
Data
tentang keberagaman etnis di kelasnya menjadi informasi yang sangat berharga
bagi pendidik dalam menyelenggarakan proses pembelajaran. b.Kultural
peserta didik kita sebagai anggota suatu masyarakat memiliki budaya
tertentu dan sudah barang tentu menjadi pendukung budaya tersebut. Budaya yang
ada di masyarakat kita sangatlah beragam, seperti kesenian, kepercayaan, norma,
kebiasaan, dan adat istiadat. Peserta didik yang kita hadapi mungkin berasal
dari berbagai daerah yang tentunya memiliki budaya yang berbeda-beda sehingga
kelas yang kita hadapi kelas yang multikultural.
Pendidikan multikultural
menurut Choirul (2016: 187) memiliki ciri-ciri:
1) Tujuannya membentuk
“manusia budaya” dan menciptakan manusia berbudaya (berperadaban).
2). Materinya mangajarkan nilai-nilai luhur kemanusiaan,
nilai-nilai bangsa, dan nilai-nilai kelompok etnis (kultural).
3) metodenya demokratis, yang menghargai aspek-aspek perbedaan dan
keberagaman budaya bangsa dan kelompok etnis (multikulturalisme).
4). Evaluasinya ditentukan pada penilaian terhadap tingkah laku
anak didik yang meliputi aspek persepsi, apresiasi, dan tindakan terhadap
budaya lainnya
Maka sebagai seorang pendidik, dalam melakukan proses pembelajaran
harus mampu mensikapi keberagaman budaya yang ada di sekolahnya/kelasnya.
pembelajaran ini hendaknya tidak menjadi penghambat dalam melakukan proses
pembelajaran.
c.Status sosial
Peserta didik dengan bervariasi status ekonomi dan sosialnya
menyatu untuk saling berinteraksi dan saling melakukan proses pembelajaran.
Perbedaan ini hendaknya tidak menjadi penghambat dalam melakukan proses
pembelajaran. Namun tidak dapat dipungkiri kadang dijumpai status sosial
ekonomi ini menjadi penghambat peserta didik dalam belajar secara kelompok.
Implikasi dengan adanya variasi status-sosial ekonomi ini pendidik dituntut
untuk mampu bertindak adil dan tidak diskriminatif..
d.Minat
minat dapat diartikan
sebagai keinginanan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhannya
sendiri. Oleh karena itu apa yang dilihat seseorang sudah tentu akan
membangkitkan minatnya sejauh apa yang dilihat itu mempunyai hubungan dengan
kepentingan orang tersebut. Atas dasar hal tersebut sebenarnya minat seseorang
khususnya minat belajar peserta didik memegang peran yang sangat penting.
Sehingga perlu untuk terus ditumbuh kembangkan sesuai dengan minat yang
dimiliki seorang peserta didik.
a.Perkembangan Kognitif
Tingkat perkembangan kognitif yang dimiliki peserta didik akan
mempengaruhi guru dalam memilih dan menggunakan pendekatan pembelajaran,
metode, media, dan jenis evaluasi. Taman Kanak-kanak yang peserta didiknya
sekitar berumur 5-6 tahun, sudah tentu berbeda pendekatan, metode, dan media
yang digunakan ketika menghadapi peserta didik. Sekolah Dasar yang peserta
didiknya berusia 7-11 tahun, dan peserta didik Sekolah Menengah Pertama yang
usianya berkisar 12-14 tahun dan juga peserta didik Sekolah Menengah Atas atau
Sekolah Menengah Kejuruan, yang umumnya berusia 15-17 tahun, karena dilihat
dari perkembangan intelektualnya jelas berbeda.
b.Kemampuan/pengetahuan awal
Kemampuan awal atau entry behavior menurut Ali (1984: 54) merupakan
keadaan pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki terlebih dahulu oleh
peserta didik sebelum mempelajari pengetahuan atau keterampilan baru.
Pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki terlebih dahulu maksudnya
adalah pengetahuan atau keterampilan yang lebih rendah dari apa yang akan
dipelajari. Cara untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik dapat dilakukan
melalui teknik tes yaitu pre tes atau tes awal dan teknik non tes seperti
wawancara. Melaluiwawancara dan tes awal maka kemampuan awal peserta didik
dapat diketahui
a.Motivasi
Motivasi telah banyak didefinisikan oleh para ahli, diantaranya
oleh Wlodkowski (dalam Suciati, 1994:41) yaitu suatu kondisi yang menyebabkan
atau menimbulkan perilaku tertentu, dan yang memberi arah dan ketahanan
(persistence) pada tingkah laku tersebut. Seseorang memiliki motivasi tinggi
atau tidak dalam belajarnya dapat terlihat dari tiga hal:
1) kualitas keterlibatannya
2) perasaan dan keterlibatan afektif peserta didik
3) upaya peserta didik untuk senantiasa memelihara/menjaga motivasi
yang dimiliki. dalam belajarnya.
b.Perkembangan emosi
Emosi telah banyak didefinisikan oleh para ahli, diantaranya
Kartono dalam Sugihartono (2013: 20) mendefinisikan emosi sebagai tergugahnya
perasaan yang disertai dengan perubahan-perubahan dalam tubuh, misalnya otot
menegang, dan jantung berdebar. Dengan emosi peserta didik dapat merasakan
senang/gembira, aman, semangat, bahkan sebaliknya peserta didik ,erasakan
sedih, takut dan semacamnya.
c.Perkembangan sosial
Perkembangan sosial menurut Hurlock, (1998: 250) adalah kemampuan
anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya, bagaimana anak tersebut memahami
keadaan lingkungan dan mempengaruhinya dalam berperilaku baik kepada dirinya
sendiri maupun kepada orang lain.
e.Perkembangan Motorik
Salah satu faktor penting dalam perkembangan individu secara
keseluruhan yang perlu dikenali dan dipahami pendidik adalah faktor
perkembangan motorik peserta didiknya.
d.Perkembangan Moral dan Spiritual
Dalam kehidupan bermasyarakat termasuk masyarakat di lingkungan
sekolah pasti mengenal moralitas, bahkan moralitas ini dijadikan sumber/acuan
untuk menilai suatu tindakan atau perilaku karena moralitas.
Komentar
Posting Komentar